Senin, 14 November 2016

WANITA DENGAN GARIS TANGAN “M"




  Kebanyakan orang beranggapan bahwa  garis tangan  bisa digunakan untuk meramal nasib seseorang. Dari segi jalan hidup, keungangan, kesehatan, bahkan asmara bisa dilihat dari bentuk garis tangan mereka. Ada berbagai macam bentuk garis tangan yang dimiliki manusia. namun yang paling istimewa adalah yang menyerupai huruf “M”, terutama jika empunya si garis tangan ini adalah wanita.


 Sejak dulu wanita dianggap mahluk yang memiliki intuisi tinggi, apalagi jika dalam percintaan yang melibatkan pihak ketiga dalam hubungannya. Nah, wanita  yang  memiliki garis tangan menyerupai huruf “m” memiliki intuisi yang jauh lebih tinggi dibanding pria yang memiliki garis tangan yang sama. Mereka cenderung lebih pintar dalam mencari informasi, dan tepat dalam beraksi. Meski begitu, Mereka  tidak pandai dalam berbohong atau menyembunyikan masalah. Tapi, jika anda punya istri yang bergaris tangan ini, jangan coba-coba untuk membohongi mereka. Karena mereka akan cepat tahu letak kebohongan anda.

Mereka yang bergaris tangan “M” juga bisa dikategorikan orang-orang sukses. Mereka selalu berperan dalam har-hal yang besar, selalu optimis menatap kedepan dan pabtang menyerah. Tentu saja Bukan bearti tanpa usaha, ya. Segala sesuatu butuh ikhtiar.

Untuk yang tidak memiliki garis tangan “M” ini, jangan berkecil hati dulu,Segala sesuatu di dunia itu baik, jika kita belum dapat yang terebaik, bearti Tuhan meminta kita berusaha untuk membuat milik kita menjadi yang terbaik.


kaohsiung city, 151116

Sabtu, 29 Oktober 2016

MENGEMBANGKAN KEGAGALAN


   
 Gagal, satu kata yang menjadi momok terbesar dalam kehidupan. Gagal, bukanlah sebuah akhir, jika kita mau mengembangkannya. Tidak semua  ang jatuh itu gagal, tapi ketika gagal, sudah pasti kita sedang terjatuh.

Gagal itu wajar, tapi berlarut dalam kegagalan itu yang sepertinya tidak masuk akal. Bagaimana tidak, jika kita sudah mencekoki diri kita dengan kata “ah saya sudah tidak mampu lagi”  meskipun kita mencoba peruntungan berkali-kali pun tidak akan membuahkan  hasil.
Nah, untuk mengantisipasi keterpurukan itu, kita harus berani  mengembangkan kegagalan. Memutar kejatuhan kita menjadi lantai dasar anak tangga baru. Bagaimana caranya?

Yang pertama, bangkit.
 Bukan bangkit dari kubur loh ya, bangkit disini adalah bangun. Bangun dari kejatuhan kita. Yakinkan diri bahwa ini hanyah salah satu anak tangga, dari ribuan anak tangga yang sudah Tuhan siapkan untuk kita. Jadi, masih ada banyak anak tangga yang bisa kita naiki, bangkit dan pijaki anak tangga lain.

Yang kedua, jurnal. 
Catatlah langkah-langkah yang kita  lakukan hari ini kedalam jurnal harian. Gunanya, Jika suatu saat kita tidak berada di posisi kurang beruntung  dan  gagal, maka bukalah kembali lembaran yang pernah kita hiasi dengan tulisan tangan itu. Kembangkan langkah yang monoton menjadi lebih menggairahkan. Dan do it in better way.

Yang ketiga, Setting ulang mindset kita,
 apakah tujuan yang ingin kita sukseskan ini benar-benar  yang kita inginkan, atau hanyalah sebuah ajang bersaing dengan orang yang memiliki tujuan sama? Periksa baik-baik dan teliti, karena jika anda mengambil tujuan yang salah, itu akan mempersulit jalannya alur sukses itu sendiri.

Yang terakhir, motivasi. 
Ini bagian yang paling penting.  Ketika kita gagal, maka dukungan dari orang-orang terdekat adalah jamu paling mujarab. Sugesti dari mereka adalah kekuatan yang paling ampuh untuk mendorong mobilitas juang kita.

Bagaimana jika kita tidak berhasil mengembangkan kegagalan, dan terus terpuruk didalamnya?
Periksa kembali hati kita, setebal apakah iman kita, karena Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan mahluknya, namun beliau juga tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sebelum ia merubahnya sendiri.

 Selamat berjuang, untuk kita generasi anti gagal.


Kaohsiung city, 291016.

Selasa, 23 Agustus 2016

MIMPI BEKU




 Terlahir dari keluarga yang serba kekurangan tentu bukan kemauan setiap orang. jika saja bisa memilih, tentu akan l ebih memilih terlahir sebagai orang terlanjur kaya, tak terkecuali aku. sebut saja nay, nayunda wiguna. putri tunggal dari seorang ayah yang amat menyayangku, kami hanya tinggal berdua, di kampung padi. ibuku meninggal sejak membiarkan aku untuk hidup ke dunia.
seperti namanya, sebagian besar penduduk desaku bekerja sebagai petani padi, dan sebagian kecil sebagai buruh tani. dan ayahku adalah termasuk dari sebagian kecil itu.

"Nduk, kamu sudah kelas dua ya!" kata bapak yang mengagetkanku. entah sejak kapan beliau duduk dibelakangku, mengamati aku yang tengah mengisi PR matematika.

"Iya pak!" jawabku sambil menundukksn kepala. aku tau apa yang akan dikatakan bapak, beliau sudah tidak sanggup membiayai sekolahku.karena gagal panen tahun ini, sehingga bapKak hanya mendapat bagian kecil dari hasil panen.

 "Nay harus tetap sekolah, pak!

"Tapi, dari mana biayanya nduk, kita bisa makan sampai sejauh ini saja sudah alhamdulillah."
bapak menarik napas panjang, lalu melanjutkan kata-katanya " dan kamu lihat si Nuning, dia jauh jauh sekolah ke jakarta, sudah punya embel embel sarjana ekonomi dibelakang namanya, jadi apa sekarang? ibu rumah tangga, istrinya petani nduk! jadi, mau kamu sekolah setinggi apapun, tetep ujung-ujungnya cuma jadi ibu rumah tangga.
bapak yang beberapa menit lalu bersikap ramah..kini benar-benar marah, saat aku bersikukuh membiarkan untuk tetap sekolah.

"Tapi pak..." belum sempat aku melanjutkan ucapannya, bapak seolah menutup pembicaraan, "makan atau sekolah!"
sebuah pilihan yang sulit, sifat keras kepala bapak sudah tidak bisa dilawan lagu, aku hanya mampu menahan bendungan dikelopak mata, pun akhirnya jebol juga.

"Aku harus tetap sekolah, agar bisa mengentaskan keluarga dari kungkungan kemiskinan.ini bukan sekedar mimpi,pak! nay akan buktikan, nay bisa menjadi yang terbaik, nay yakin bisa.!"

    Bintang kejora, yang paling terang dilangit malam itu menjadi saksi kobaran semangatku. aku yakin, aku bisa melalui hambatan mimpiku ini, ya, mimpi bisa mengenyam bangku sekolah setinggi-tingginya, dan bisa merubah nasib, dan pandangan orang, anak seorang buruh tanipun bisa jadi sarjana!
ahh..indahnya bermimpi. tapi,  eitsss..ini bukan sekedar mimpi, akan kugenggam mimpiku, dan akan kubentuk menjadi bintang, ya bintang dalam kelam, menyinari mimpi yang membeku.


ditulis oleh: Eni okta.v
kaohsiung city, 240816


Selasa, 01 Maret 2016

IKHLAS DALAM PENANTIAN

 IKHLAS DALAM PENANTIAN

menunggu, sesuatau yang sangat menyebalkan bagiku. saat kuharus bersabar dan terus bersabar, menantikan kehadiran dirimu.
entah sampai kapan kuharus menunggu, sesuatu yangsangat  sulit tuk ku jalani, hidup dalam kesendirian sepi tanpamu.

 Lirik lagu itu sepertinya sangat cocok untuk suasana hati seseorang yang sedang menatikan pasangannya.
menunggu, kata itu begitu magic. bagaimana tidak, sangat mudah dibayangkan tapi begitu sulit jika dilakukan.
Menunggu seseorang yang halal itu jauh lebih sulit,kita harus berusahaa semaksimal mungkin untuk memperbaiki diri kita agar nantinya kita akan mendapatkan yang terbaik pula. sering aku berandai-andai, semoga dia yang menjadi jodohku. tapi justru khayalan itu yang membuataku jauh lebih sakit dalam penantian, ketika dia memilih wanita lain untuk bersanding dengannya. aku harus ikhlas, dan lagi-lagi harus ikhlas saat kejadian yang sama terulang kembali. lantas, menunggu dengan cara bagaiman yang tidak perlu mengikhlaskan? tidak ada, tidak akan pernah ada penantian jika kita tidak pernah bisa ikhlas menerima kenyataan.
Logikanya begini, kita siap untuk tidak berpacaran sampai ada akad terucap, dalam masa penantian dan persiapan itu kita telah mematok ukuran dan dan kriteria cinta yang akan kita berikan pada pasangan. namun, pada akhirnya jika pasangan kita tidak persis dengan apa yang kita gambarkan, pasti akan timbul kekecewaan, bukan? nah, dalam kondisi seperti ini ikhlas sangat diperlukan.
ikhlas yang bagaimana? ikhlas yang sejati, ikhlas yang lahir jauh dalam lubuk hati dan tertanam sejak masa kita memutuskan untuk menanti.

Ada dua tipe penantian dalam hal ini, yaitu mencari atau dicari.
*MENCARI.
Dalam kondisi ini kita dituntut untuk agresif dalam menemukan pasangan, tidak hanya menyerahkan diri kepada Allah, tapi juga berusaha semaksimal munggih untuk memilih yang terbaik diantara yang terbaik.
*DICARI
Dalam kontisi ini kita lebih pasif, dan menyerahkan semuanya pada Allah dan waktu, dan menggunakan masa penantian seutuhnya untuk memperbaiki diri, akan dipilih oleh orang terbaik.

Dalam masa penantian itu, akidah islam harus tetap dijunjung, agar bisa menanamkan ikhlas jauh dilubuk hati, ikhlas untuk memilih dan ikhlas untuk dipilih. semua memiliki kelebihan masing-masih dan saling melengkapi
Sebagaimanawanita pada umumnya, saya akan memilih. memilih untuk dicari, dan menggunakan masa penantian untuk memperbaiki diri serta menumbuhkan ikhlas dalam hati.

Untukmu, calon imamku.
Dimanapun kamu berada,siapapun kamu dan bagaimana parasmu, aku menantimu. disini, jauh dilubuk hati yang lebih dulu mengenalmu.



IRI
oleh: Eni okta.v

untukmu yang entah berada dimana
sela jemariku menanti genggam jemarimu
menanti lingkaran tersemat dalam manisnya cinta
yang kan menyatukan kita
mememeluk erat anugerah yang tercurah
menuntun kita kedalam surgaNya
untukmu yang jauh disana,
aku tidak iri melihat mereka yang telah lebih dulu bersama kekasihnya
aku tidak iri dengan bahagianya kebersamaan mereka
yang kuirikan adalah mereka,
mereka yang mengenalmu lebih dulu, sebelum aku
aku iri
ingin rasanya aku yang mendekapmu pertamakali setealah ibumu,
aku ingin menjadi wanita kedua dalam cintamu, setelah cintamu pada ibumu
aku ingin menikmati indahnya melukis cerita kita dimasa mendatang
aku ingin segera berjumpa denganmu lewat mata, hati dan pikiranku.


Kaohsiung city,010316